Review Buku – Challenge Maret 2021 – The Kite Runner (Khalled Hosseini) Oleh : Kiky

Judul Buku: The Kite Runner
Nama Penulis: Khalled Hosseini
IG Penulis Buku: @khosseini
Nama Penerbit: Penerbit Qanita
IG Penerbit: @penerbitqanita
Nama Pengulas: Kiky
IG Pengulas: @kbo.oxtagram

The Kite Runner adalah novel debut Khaled Husseini yang sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Menceritakan tentang Amir dan Hassan. Hassan adalah seorang Hazara (sebuah suku yang dipandang rendah pada saat itu) dan ayahnya yang bernama Ali adalah pembantu yang mengabdi di keluarga Amir. Hassan selalu menganggap Amir sebagai sahabatnya, bahkan sudah seperti saudara. Ia rela melakukan apapun asal Amir tidak dimarahi oleh Baba (Ayah)-nya. Namun Amir selalu menghindar bermain dengan Hassan saat ada orang lain yang berkunjung ke rumahnya. Amir sebenarnya juga menyayangi Hassan, namun karena masih anak-anak, dan bingung untuk menentukan sikap, jadilah perilakunya terhadap Hassan seperti itu. Meskipun Hassan adalah anak pembantu yang sudah mengabdi puluhan tahun di keluarganya, Baba sudah menganggap Ali dan Hassan sebagai keluarganya sendiri. Bahkan menurut sudut pandang Amir, Baba lebih memperhatikan Hassan ketimbang dirinya.

Part paling menyentuh adalah saat ada festival laying-layang yang rutin diadakan, dan Amir serta Hassan berhasil menang. Dengan kemenangan itu, Amir akhirnya merasa bisa dilihat oleh ayahnya. Namun kisah tragis itu dimulai dari sini. Di festival layang-layang tersebut, ada sebuah budaya yang tidak kalah popular dari festival itu sendiri, yaitu siapa yang berhasil mendapatkan layang-layang terakhir yang putus, ia akan dipandang hebat dan berhak mendapat decak kagum dari orang-orang. Hassan yang terkenal sebagai pemburu layang-layang mendedikasikan dirinya untuk mendapatkan layang-layang terkahir yang jatuh tersebut untuk Amir, ”Untukmu, yang keseribu kalinya,” ujar Hassan pada Amir.

Novel terjemahan yang sangat mengalir, penuh dengan pelajaran yang bisa diambil, salah satunya adalah, setiap orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan di masa lalu, dan ingat bahwa kesalahan di masa lalu akan selalu membayangi sampai kau bisa menghadapi dan membereskannya, serta mengikhlaskan dan berusaha untuk menjalani kehidupan ke depan dengan lebih baik lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *