Mawar

Mawar itu cantik, tetapi tak secantik aku.

Bunga matahari itu pun cantik, tetapi masih tak  secantik aku

Aku tahu aku bisu. Aku tak dapat berucap dengan lisan hanya melalui tulisan.  Lantas apa masalahnya? Aku tetap bisa berbicara. Lagi pula, kamu tahu …

Aku lebih cantik dari siapapun. Kamu tahu itu bukan?

Ah ya, sejujurnya aku ini bukan seorang wanita ataupun pria. Aku hanya bisa dibedakan berdasarkan tema. Tubuhku pun tak memiliki telinga atau mata. Apalagi kepala. Akan tetapi aku hidup, masih bisa melihat dan mendengarkanmu berbicara. Lucu bukan?

Aku hanya setumpuk kertas berjilid dengan wajah depan keras berwarna emas. Betapa cantiknya aku!

Kamu ingin berpetualang? dekaplah aku.

Kamu ingin pengetahuan? dekaplah aku.

Kamu ingin kebebasan? sekali lagi dekaplah aku.

Di kalangan manusia, perempuan diperlakukan dengan istimewa. Contohnya, seseorang mau menahan pintu untuk mereka. Seseorang rela kehujanan demi janji temu dengan wanitanya. Bukankah begitu?

Maka, jadikanlah aku wanitamu.

Jangan biarkan aku kotor dan berdebu, ya?

perlakukanlah aku seperti wanita. Aku ini sangat cantik. Tak ada ruginya bagimu bukan?

Maka, sekali lagi aku katakan hal ini

Jadikanlah aku wanitamu.

Pontianak, 13 April 2021

Penulis : Mita Elem (Divisi Redaksi Beranibaca)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *