Jendela Ajaib

Hai kamu, gadis cantik! Sudah berapa banyak jendela yang kamu buka hari ini?

Bukan! Maksudku bukan jendela kamarmu, yang sekarang mungkin di pandemi jarang kamu buka. Entah sebab enggan bertemu mentari atau karena kasur lebih nyaman dan dunia luar sudah setahunan ini terasa asing.

Jadi yang aku tanya sudah seberapa banyak kamu buka jendela dunia. Iya, ini klise. Jendela dunia yang ada di buku berdebu disudut kamar itu. Jendela dunia yang terpajang di rak-rak cantik kamarmu, mati sebagai hiasan. Sungguh malang! Jendela dunia yang ajaib itu sudah kalah tanding dengan game di smartphone mu, atau drama Korea-mu.

Tapi aku punya sedikit keyakinan, kamu sudah mulai membukanya lagi. Kuharap pandemi berefek positif.

Kemudian secara ajaib, tanpa mantra apapun, kamu buka jendela kecilnya, dan hamparan dunia membentang di depanmu. Iya, buku dan membaca memang sekeren itu. Kamu bisa bertualang keluar dan kedalam dirimu–tak dibatasi apapun, apalagi pandemi. Jadi bacalah!

Jakarta, 16 April 2021

Penulis : Yulia Eka Sari (Divisi Redaksi Beranibaca)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *