Eki Tri Wahyuni

[Puisi] Perempuan dan Buku

Aku yakin kamu tidak akan dapat memilih, perempuan atau buku? Keduanya memberimu ruang bahagia Perempuan membuatmu menjadi hamba Dengan buku kamu dapat meraih isi dunia Keduanya memberi warna di hidupmu Perempuan membuatmu tersipu Dan karena buku kamu menangis pilu Lalu, apakah benar kamu membutuhkan keduanya? Pilih salah satu saja yang memberikanmu semuanya ,perempuan atau buku? …

[Puisi] Perempuan dan Buku Read More »

[Puisi] Ironi

Kau memandangku sebelah mata Melihatku hanya dari rupa Kau tak pernah percaya Bahwasaya aku mampu menggenggam dunia Penampilanku yang lusuh Membuatmu tak ingin menyentuh Yang ada dalam pikiran Hanya ingin melenyapkan Aku dan perempuan itu Sekadar pelengkap dalam hidupmu Kau tak pernah tahu Jika kami mampu membuka jendela baru dalam duniamu. Kuningan, 15 April 2021 …

[Puisi] Ironi Read More »

[Puisi] Kartini, Sang Sastrawan

Perempuan.. Dulu lidahnya tertahan Dikerangkeng bagai dalam sebuah kerajaan Strata kedudukan dipandang dari keturunan Kian miris alur kehidupan Menghamba patuh pada sang “pangeran” Kurangnya pendidikan kerap meninabobokan Tak mampu bersuara bahkan miliki kekuasaan Dari Kartini kita bisa belajar darinya Berbudi luhur, penuh daya pesona Mengajak kaum perempuan berpikiran terbuka Menciptakan kesejahteraan perempuan Indonesia Ia, Kartini …

[Puisi] Kartini, Sang Sastrawan Read More »

[Puisi] Bila Wanita Bicara

Selalu banyak sanggah Ketika mulut wanita terbuka Dunia melihat kejanggalan Lalu, menjadikan pertentangan Dipimpin bukan memimpin Menanti bukan dinanti Ekpresinya telah mati Terbawa tangguh wajah di cermin Siapa yang pantas bertanya? Apa yang hendak ditanya? Mereka hanya berputar-putar Pada kuasa yang bercecar Aku atau kamu Atau mungkin mereka Bagian dari hierarki Yang membentuk jurang kasta …

[Puisi] Bila Wanita Bicara Read More »

[Puisi] Gubuk Ilmu

Senin menyinyir kepada surya yang tak pernah terlambat tiba Riuh kayuh pedalmu menuju gubuk ilmu Tak seriuh jemaat cacing perutmu, yang selalu berdzikir nasi padang setiap waktunya. Meski begitu, selasa terlihat gembira ketika anak-anakmu menyambut riang ibunya tiba. Matematika, Bahasa sampai Menggambar kau masak lezat demi mereka santap dengan lahap. Namun, Haru membiru ketika rabu …

[Puisi] Gubuk Ilmu Read More »

Jendela Ajaib

Hai kamu, gadis cantik! Sudah berapa banyak jendela yang kamu buka hari ini? Bukan! Maksudku bukan jendela kamarmu, yang sekarang mungkin di pandemi jarang kamu buka. Entah sebab enggan bertemu mentari atau karena kasur lebih nyaman dan dunia luar sudah setahunan ini terasa asing. Jadi yang aku tanya sudah seberapa banyak kamu buka jendela dunia. …

Jendela Ajaib Read More »

Mawar

Mawar itu cantik, tetapi tak secantik aku. Bunga matahari itu pun cantik, tetapi masih tak  secantik aku Aku tahu aku bisu. Aku tak dapat berucap dengan lisan hanya melalui tulisan.  Lantas apa masalahnya? Aku tetap bisa berbicara. Lagi pula, kamu tahu … Aku lebih cantik dari siapapun. Kamu tahu itu bukan? Ah ya, sejujurnya aku …

Mawar Read More »

Soenting Melajoe

Dahulu, setiap terdengar bunyi  pintu berderit aku akan sedikit-sedikit melongok  keluar jendela apakah Abak telah usai bekerja dari hoofdkantoor sembari berharap akan membawakan barang kesukaanku, buku dongeng anak Bintang Ketjil terbitan terbaru. Untuk menghilangkan jenuh menunggu, aku juga senang melahap buku berbahasa Belanda yang kupinjam dari rumah Ama Adiesa, amai angkatku yang gemar mengajariku berbahasa Belanda, membaca, …

Soenting Melajoe Read More »